Kilas balik saat aku berada tepat didepan gerbang dunia kerja, hari itu adalah 7 Agustus 2017 dan aku ingat sekali, hari yang membuatku terasa campur aduk, aku belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya...singkat cerita aku pernah ke perusahaan ini 2 minggu yang silam bersama seorang temanku, bertanya kepada resepsionis perihal kesempatan internship, namun mendapat respon yang kurang meyakinkan, kami hanya pulang dengan mencatat alamat email HR (Human Resources) untuk ditanyai lebih lanjut perihal ini.
1 minggu setelah itu kuisi dengan menelefon lebih dari 10 perusahaan mencari peluang internship, hasilnya nihil.
1 minggu setelahnya aku menawarkan diri di salah satu perusahaan Jerman, peluang ini diberikan oleh salah satu dosen, hasilnya...aku akan ditempatkan di Surabaya, berat hati aku tolak dengan alasan yang realistis, maafkan saya pak.
Dengan waktu yang semakin sempit, dan dengan tanpa mengharap apapun, aku mengirimkan CV ke beberapa email HR (Human Resources) perusahaan, termasuk email HR (Human Resources) perusahaan yang 2 minggu silam kudatangi, alamat emailnya kutulis diatas secarik kertas, setelah beberapa kali mengingat tempat dimana aku meletakkan kertas tersebut, kertasnya kutemukan masih didalam saku kemeja (yg 2 minggu silam kupakai saat berkunjung ke perusahaan ini), sudah sempat tercuci, beruntung masih dapat terbaca.
Dalam 5 menit, email ku dibalas, singkat cerita aku berbalas email pada sore itu (kamis)...jumat nya aku dikirimi draft surat persetujuan magang, lalu Senin 7 Agustus 2017 ditetapkan sebagai hari pertama aku magang/internship.
Rasanya campur aduuukkkkk ceuuu, ini perusahaan besar dan multinasional, khawatirnya lebih besar, ketimbang senengnya, padahal senengnya udah bukan kepalang, bayangin betapa khawatirnya anak se bercanda aku ini kerja ditempat seperti itu, dan sejujurnya kekhawatiran ku ada pada bisnis yang dijalankan perusahaan ini bukanlah 100% bidang kuliah ku, tapi aku tak terlalu khawatir sejujurnya, belajar bisa dimana saja, ke khawatiran ku ada pada asumsi teman-teman yang sebenarnya terlalu mengkotak-kotak an sesuatu.
Beruntung saat itu sedang ada ibu ku di Bekasi, pagi itu aku berangkat dengan sangat berat, entah mengapa, tapi pelukan ibu pagi itu meringankan beban ku
Aku memeluknya dengan erat,
ia mengelus dengan hangat,
Aku berangkat dengan semangat...namun tetap dengan perasaan "butterfly in my tummy"... perut ini mulas ceuuuuuuu.
Didepan pagar rumah, ibu memanggilku, "may...yang semangattttt, senyum doonggg, bisa kok".
Aku dengan menahan mulas menjawab "haa ? iyaa buuuuk, hehe" *udah ga konsen karena nervous.
Ternyata ia mengambil fotoku diam diam lewat ponselnya, foto inipun baru saja ku sadari di akhir bulan desember lalu, saat aku berkunjung ke Lubuk Linggau tempat menetap ayah & ibuku sejak 2013 silam.
I just have to try to fit in kaaan, as simple as that, yang ada dipikiran sih begitu ya, lemesiiinnn, jangan dilawannnnn biar cepet nyetel gituuu...nanti dilain kesempatan akan kusambung cerita seru internship ku (7 Agustus - 31 Oktober)
Teruntuk ibuku...terimakasih telah mendampingiku di Bekasi pada minggu-minggu awal masa internship.
Sesuai itu didapat se usai, jadi jangan belum apa-apa udah keburu lunglai.


No comments:
Post a Comment